Office Address

Ruko Sentra Menteng Bintaro
Sektor VII Blok MN No. 10, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15220

Phone Number

+6285121215890
+6285121215890

Email Address

info@oseanland.co.id
support@oseanland.co.id

Monitoring Sedimentasi Pelabuhan dengan Survei Batimetri Berbasis USV untuk Mendukung Operasional Oil & Gas

Pelajari bagaimana PT Oseanland Survei Indonesia menggunakan teknologi USV HB1200 Dual Frequency dan GNSS RTK untuk melakukan survei batimetri yang aman, cepat, dan akurat. Artikel ini mengulas metode modern untuk mengukur kedalaman perairan, menganalisis ketebalan sedimen, hingga menghitung volume sedimentasi di area pelabuhan industri Oil & Gas. Temukan bagaimana solusi ini mendukung perencanaan pengerukan dan meningkatkan keselamatan operasional kapal dalam waktu hanya 30 menit untuk area seluas 3,8 hektare.

PROJECT OVERVIEW

Latar Belakang

Pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur vital dalam industri Oil & Gas yang digunakan sebagai jalur distribusi logistik, mobilisasi peralatan, hingga aktivitas sandar kapal operasional dan tongkang. Seiring waktu, proses sedimentasi alami dapat menyebabkan perubahan kedalaman dasar perairan yang berpotensi mengganggu keselamatan navigasi maupun efisiensi operasional pelabuhan.

Untuk memastikan area pelabuhan tetap memenuhi standar operasional, diperlukan kegiatan survei batimetri secara berkala sebagai dasar evaluasi kondisi dasar perairan dan perencanaan pengerukan apabila diperlukan.

Pada proyek ini, PT Oseanland Survei Indonesia mendemonstrasikan metode survei batimetri menggunakan Unmanned Surface Vehicle (USV) HB1200 Dual Frequency sebagai solusi modern yang mampu menghasilkan data kedalaman, ketebalan sedimen, serta estimasi volume sedimentasi secara cepat, aman, dan akurat.

Objectives

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan monitoring rutin kondisi dasar perairan yang dilaksanakan secara berkala, umumnya 1–2 kali setiap tahun, sehingga perubahan morfologi dasar pelabuhan dan akumulasi sedimen dapat teridentifikasi sejak dini.

Data hasil survei digunakan sebagai dasar dalam:

  • Monitoring perubahan kedalaman dasar perairan.
  • Evaluasi akumulasi sedimentasi.
  • Perencanaan pekerjaan pengerukan (dredging).
  • Mendukung keselamatan operasional kapal dan tongkang.
  • Penyediaan data teknis untuk pengambilan keputusan operasional.

Project Scope

Lingkup pekerjaan meliputi:

  • Survei batimetri area pelabuhan.
  • Akuisisi data menggunakan USV Dual Frequency Echosounder.
  • Pengolahan data batimetri.
  • Analisis ketebalan sedimen.
  • Perhitungan volume sedimentasi.
  • Penyusunan peta batimetri dan visualisasi 3D.

SITE CONDITIONS

Lokasi survei berada pada area pelabuhan yang digunakan untuk aktivitas kapal operasional dan kapal tongkang. Mobilitas kapal yang tinggi mengharuskan kegiatan survei dilakukan secara efisien tanpa mengganggu aktivitas operasional.

Selain itu, kondisi pasang surut mempengaruhi elevasi muka air selama pengukuran sehingga diperlukan metode survei yang mampu menghasilkan data dengan referensi elevasi yang konsisten dan akurat.

PROJECT CHALLENGES

Monitoring kondisi dasar pelabuhan menghadapi beberapa tantangan utama, antara lain:

  • Perubahan sedimentasi yang terjadi secara alami akibat arus dan aktivitas kapal.
  • Aktivitas kapal tongkang yang berlangsung selama proses survei.
  • Pengaruh pasang surut terhadap akurasi pengukuran kedalaman.
  • Kebutuhan memperoleh data ketebalan sedimen, bukan hanya kedalaman dasar perairan.
  • Proses survei harus dilakukan secara cepat dengan tetap menjaga keselamatan personel di lapangan.

OSEANLAND SOLUTION

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Oseanland Survei Indonesia menerapkan solusi survei batimetri terintegrasi menggunakan USV HB1200 Dual Frequency yang dikombinasikan dengan GNSS RTK berpresisi tinggi.

Penggunaan teknologi ini memungkinkan survei dilakukan tanpa menempatkan operator secara langsung di atas perairan, sehingga meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mempercepat proses akuisisi data.

Melalui teknologi Dual Frequency Echosounder, sistem tidak hanya mengukur kedalaman dasar perairan, tetapi juga mampu membedakan lapisan dasar keras dan lapisan sedimen lunak. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menghitung ketebalan sedimen serta estimasi volume sedimentasi secara lebih akurat.

Screenshot_1

EQUIPMENT USED

EquipmentFungsi
USV HB1200 Dual Frequency EchosounderPlatform survei batimetri tanpa awak untuk mengukur batimetri
GNSS Stonex S880 (RTK)Memberikan posisi horizontal dan vertikal berpresisi tinggi.
SLHydro SounderAkuisisi data sounding.
HydromagicPengolahan data batimetri.
Global MapperAnalisis spasial dan visualisasi hasil survei.

DEPLOYMENT METHODOLOGY

1. Persiapan

  • Pemeriksaan seluruh peralatan survei.
  • Penentuan Area of Interest (AOI).
  • Penyusunan jalur survei (survey line).

2. Persiapan Sistem GNSS

  • Instalasi Base Station RTK Radio.
  • Kalibrasi sistem navigasi.

3. Akuisisi Data

  • Pengoperasian USV secara remote.
  • Pengambilan data batimetri mengikuti jalur survei yang telah direncanakan.

4. Pengolahan Data

  • Import data sounding.
  • Koreksi posisi GNSS.
  • Pemrosesan data High Frequency dan Low Frequency.
  • Penyusunan Digital Terrain Model (DTM).

5. Analisis dan Deliverables

  • Peta batimetri.
  • Model 3D dasar perairan.
  • Estimasi ketebalan sedimen.
  • Perhitungan volume sedimentasi.
  • Cross section dasar perairan.

MONITORING WORKFLOW

Alur pengolahan data pada proyek ini dilakukan sebagai berikut:

USV + Dual Frequency Echosounder → GNSS RTK → Akuisisi Data → Processing → Digital Terrain Model → Analisis Ketebalan Sedimen → Perhitungan Volume Sedimentasi → Peta Batimetri & Visualisasi 3D

Screenshot_2

RESULTS

Hasil survei menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan akuisisi data secara stabil dengan area pengukuran sekitar 3,8 hektare yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan metode RTK Radio.

Analisis batimetri menunjukkan variasi kedalaman dasar perairan berkisar antara sekitar -5 meter hingga -18 meter, dengan pola morfologi dasar yang relatif landai menuju area perairan yang lebih dalam.

Melalui analisis perbedaan data High Frequency dan Low Frequency, diperoleh estimasi ketebalan sedimen rata-rata sekitar 0,169 meter, dengan ketebalan maksimum mencapai 0,859 meter. Perhitungan volume menunjukkan adanya akumulasi sedimen sekitar 5.786 m³ pada area survei sekitar 33.702 m².

Screenshot_3

PROJECT BENEFITS

Implementasi solusi ini memberikan sejumlah manfaat bagi operasional pelabuhan, antara lain:

  • Monitoring kondisi dasar perairan secara berkala.
  • Deteksi dini akumulasi sedimentasi.
  • Mendukung perencanaan pengerukan yang lebih tepat sasaran.
  • Mengurangi risiko gangguan operasional kapal akibat pendangkalan.
  • Meningkatkan keselamatan survei melalui penggunaan USV tanpa awak.
  • Mempercepat proses akuisisi dan analisis data dibanding metode konvensional.

CLIENT FEEDBACK

Demonstrasi berhasil menunjukkan bahwa teknologi survei batimetri berbasis USV mampu memberikan data yang akurat, efisien, dan mudah diintegrasikan ke dalam proses evaluasi kondisi pelabuhan. Solusi ini memberikan alternatif modern untuk kegiatan monitoring rutin yang sebelumnya mengandalkan metode survei konvensional.

CONCLUSION

Monitoring kondisi dasar perairan merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan, khususnya pada industri Oil & Gas yang memiliki mobilitas kapal tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi USV HB1200 Dual Frequency, proses survei batimetri dapat dilakukan secara lebih aman, cepat, dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dibanding pengukuran kedalaman konvensional.

Selain menyajikan data batimetri, solusi ini juga mampu mengidentifikasi ketebalan sedimen dan menghitung volume sedimentasi sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pengerukan secara lebih efektif. Hasilnya, pengelola pelabuhan memperoleh data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan menjaga keberlanjutan operasional fasilitas pelabuhan.