Survei Batimetri Pertambangan Timah Lepas Pantai Menggunakan Multibeam Echosounder
Pelajari bagaimana PT Oseanland Survei Indonesia mengimplementasikan Multibeam Echosounder (MBES) M4 Hydrobeam Satlab untuk survei batimetri di area pertambangan timah lepas pantai Bangka. Artikel ini membahas solusi survei terintegrasi yang mencakup instalasi sistem, patch test, akuisisi data, hingga processing menggunakan SL Hydrobeam. Temukan bagaimana teknologi MBES memungkinkan pemetaan kedalaman dengan cakupan luas, identifikasi objek bawah air seperti shipwreck, serta membangun kapabilitas survei mandiri tanpa ketergantungan pada penyewaan equipment atau kontraktor eksternal.

PROJECT OVERVIEW
Latar Belakang
Kegiatan pertambangan timah lepas pantai membutuhkan informasi kondisi dasar perairan yang akurat untuk mendukung proses survei, evaluasi area pertambangan, serta interpretasi kondisi bawah permukaan laut.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang survei pertambangan, kebutuhan akan teknologi survei batimetri menjadi semakin penting untuk mendukung pekerjaan yang sebelumnya banyak dilakukan melalui skema penyewaan equipment maupun penggunaan jasa kontraktor.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Oseanland Survei Indonesia memperkenalkan pemanfaatan Multibeam Echosounder (MBES) M4 Hydrobeam Satlab sebagai bagian dari solusi survei batimetri yang dapat digunakan untuk membangun kapabilitas survei secara mandiri.
Dengan sistem MBES yang dilengkapi perangkat akuisisi dan processing, serta didukung Sound Velocity Profiler (SVP) dan Tidemaster Tide Gauge, sistem ini memungkinkan proses pengukuran kedalaman hingga pengolahan data dilakukan dalam satu rangkaian workflow survei yang terintegrasi.
Objectives
Implementasi teknologi ini ditujukan untuk membantu tim survei memiliki kemampuan dalam:
- Melakukan survei batimetri secara mandiri.
- Menghasilkan data kedalaman dengan cakupan area yang lebih luas.
- Mendukung evaluasi kondisi area pertambangan lepas pantai.
- Melakukan pemetaan objek bawah air.
- Menghasilkan data yang dapat digunakan untuk analisis dan evaluasi hasil survei.
Dengan memiliki equipment sendiri, tim survei juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penyewaan equipment maupun penggunaan kontraktor untuk pekerjaan batimetri tertentu.
Project Scope
Lingkup utama kegiatan adalah survei batimetri menggunakan Multibeam Echosounder, mulai dari instalasi sistem pada survey vessel, konfigurasi equipment, kalibrasi sistem melalui patch test, akuisisi data, hingga processing dan export data hasil survei.
SITE CONDITIONS
Area survei berada pada lingkungan pertambangan timah lepas pantai di Bangka, dengan kondisi perairan yang memiliki variasi kedalaman dan karakteristik dasar perairan yang mengandung sedimen.
Kondisi pasang surut juga menjadi faktor penting dalam proses survei karena perubahan elevasi muka air perlu diperhitungkan sebagai bagian dari koreksi data batimetri.
Selain pengukuran kedalaman, survei juga memiliki kebutuhan untuk mengidentifikasi objek tertentu yang berada di dasar perairan, termasuk objek dengan bentuk dan karakteristik khusus seperti shipwreck.
Kondisi tersebut membuat proses survei tidak hanya membutuhkan sistem MBES, tetapi juga workflow akuisisi dan koreksi data yang tepat agar hasil pemetaan dapat digunakan untuk kebutuhan evaluasi.
PROJECT CHALLENGES
Pelaksanaan survei batimetri menggunakan MBES menghadapi beberapa tantangan teknis yang perlu diperhatikan sejak tahap persiapan hingga processing data.
1. Koreksi Sound Velocity
Kecepatan suara di dalam air berubah berdasarkan kondisi perairan. Oleh karena itu, data Sound Velocity Profile (SVP) diperlukan untuk membantu melakukan koreksi terhadap propagasi gelombang suara yang digunakan dalam pengukuran MBES.
2. Pengaruh Pasang Surut
Perubahan muka air selama survei perlu diperhitungkan sebagai bagian dari reduksi data sehingga hasil kedalaman dapat direferensikan dengan benar.
3. Kalibrasi dan Patch Test
Sebelum akuisisi dilakukan, sistem MBES perlu melalui proses patch test untuk menentukan dan mengoreksi kemungkinan perbedaan parameter antara sensor-sensor yang terpasang pada survey vessel.
Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan konfigurasi sistem siap digunakan dalam pekerjaan survei.
4. Pemetaan Objek Bawah Air
Survei tidak hanya ditujukan untuk memperoleh informasi kedalaman, tetapi juga untuk mengidentifikasi objek yang berada di dasar perairan.
Objek seperti shipwreck membutuhkan kemampuan pemetaan dengan resolusi dan cakupan yang memadai agar bentuk serta keberadaannya dapat diidentifikasi dengan jelas pada hasil survei.
OSEANLAND SOLUTION
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Oseanland Survei Indonesia menawarkan solusi survei batimetri berbasis M4 Hydrobeam Satlab Multibeam Echosounder yang dilengkapi dengan perangkat akuisisi dan processing.
Sistem ini dipadukan dengan beberapa komponen pendukung utama:
- M4 Hydrobeam MBES untuk pengukuran kedalaman.
- Sound Velocity Profiler (SVP) untuk memperoleh data kecepatan suara di dalam air.
- Tidemaster Tide Gauge untuk memperoleh informasi pasang surut.
- Positioning & Heading System untuk menentukan posisi dan orientasi survey vessel.
- SL Hydrobeam untuk konfigurasi, akuisisi, dan processing data.
Pendekatan Oseanland tidak hanya berfokus pada penyediaan equipment, tetapi juga pada bagaimana seluruh komponen tersebut dapat dikonfigurasikan menjadi satu sistem survei yang dapat dioperasikan oleh tim pengguna.
Dengan demikian, tim survei dapat membangun kemampuan internal mulai dari persiapan survey vessel, konfigurasi sistem, patch test, akuisisi, processing hingga export data.
EQUIPMENT USED
| Equipment | Function |
| M4 Hydrobeam Satlab MBES | Mengukur kedalaman dan menghasilkan data batimetri dengan cakupan area yang luas. |
| Sound Velocity Profiler (SVP) | Mengukur profil kecepatan suara di dalam kolom air untuk kebutuhan koreksi data MBES. |
| Tidemaster Tide Gauge | Mengukur perubahan muka air akibat pasang surut sebagai bagian dari koreksi elevasi data. |
| Positioning & Heading System | Menentukan posisi dan orientasi survey vessel selama proses akuisisi. |
| SL Hydrobeam | Digunakan untuk konfigurasi sistem, akuisisi, monitoring, processing, dan export data survei. |
DEPLOYMENT METHODOLOGY
1. Instalasi Sistem
Tahap awal dilakukan dengan memasang bracket dan transducer, kemudian memasang tide gauge serta sistem positioning dan heading pada survey vessel.
2. Pemasangan Transducer
Transducer MBES dipasang pada survey vessel menggunakan bracket yang telah disiapkan untuk memastikan posisi sensor sesuai dengan konfigurasi survei.
3. Konfigurasi Topside
Seluruh perangkat dihubungkan dan dikonfigurasikan pada sisi topside. Parameter komunikasi serta konfigurasi sensor kemudian diperiksa menggunakan sistem SL Hydrobeam.
4. Inisiasi Sensor dan Patch Test
Sebelum akuisisi, dilakukan inisiasi transducer dan MRU, kemudian dilanjutkan dengan proses patch test untuk memastikan parameter mounting dan orientasi sensor telah terkalibrasi.
5. Akuisisi Data
Setelah seluruh sistem dinyatakan siap, proses akuisisi data batimetri dilakukan menggunakan SL Hydrobeam.
MONITORING WORKFLOW
Workflow survei dilakukan melalui beberapa tahapan terintegrasi:
Transducer Initialization → MRU Initialization → Positioning Configuration → Equipment Configuration → Vessel Offset Measurement → Patch Test → MBES Acquisition → Data Processing → Data Export
Dalam proses tersebut, beberapa parameter utama seperti metode positioning NTRIP atau PPP, konfigurasi transducer, offset antar sensor, serta data SVP dan pasang surut menjadi bagian dari workflow sebelum data akhir diproses.
Setelah proses akuisisi selesai, data selanjutnya diproses menggunakan SL Hydrobeam untuk menghasilkan output survei yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
RESULTS
Hasil utama dari kegiatan survei berupa data batimetri yang telah melalui proses akuisisi dan processing.
Output teknis yang dihasilkan meliputi:
- LAS sebagai data point cloud hasil survei.
- GRID sebagai representasi permukaan dasar perairan.
- Data batimetri yang dapat digunakan untuk evaluasi kondisi dasar perairan.
- Informasi spasial untuk membantu identifikasi objek bawah air.
Salah satu kebutuhan khusus yang menjadi perhatian dalam pekerjaan ini adalah kemampuan sistem untuk menghasilkan data yang dapat digunakan dalam identifikasi objek bawah air seperti shipwreck.
Dengan pendekatan MBES, objek yang berada pada dasar perairan dapat direpresentasikan dalam data spasial sehingga dapat menjadi bagian dari proses interpretasi dan evaluasi hasil survei.
PROJECT BENEFITS
Implementasi sistem MBES memberikan beberapa manfaat bagi tim survei pertambangan, antara lain:
Membangun Kapabilitas Internal
Tim dapat memiliki equipment sendiri untuk melaksanakan pekerjaan survei batimetri tanpa selalu bergantung pada penyewaan equipment atau kontraktor eksternal.
Mendukung Berbagai Pekerjaan Survei
Satu sistem dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pemetaan dan evaluasi kondisi dasar perairan pada area pertambangan lepas pantai.
Pemetaan Area yang Lebih Komprehensif
Teknologi multibeam memungkinkan pengumpulan informasi kedalaman pada area yang lebih luas dalam satu rangkaian akuisisi.
Identifikasi Objek Bawah Air
Data MBES dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi objek yang berada pada dasar perairan, termasuk objek seperti shipwreck.
Workflow Survei Terintegrasi
Proses mulai dari konfigurasi, akuisisi hingga processing dapat dilakukan dalam satu workflow menggunakan perangkat lunak SL Hydrobeam.
CLIENT EXPERIENCE
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah kemampuan sistem dalam menghasilkan data untuk identifikasi objek khusus di dasar perairan, termasuk shipwreck.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan MBES tidak hanya terbatas pada pengukuran kedalaman, tetapi juga dapat memberikan informasi spasial yang lebih komprehensif mengenai kondisi dasar perairan.
CONCLUSION
Kegiatan survei batimetri pada area pertambangan timah lepas pantai membutuhkan sistem yang mampu menghasilkan informasi dasar perairan secara komprehensif sekaligus dapat dioperasikan secara mandiri oleh tim survei.
Melalui M4 Hydrobeam Satlab MBES yang didukung oleh SVP, Tidemaster Tide Gauge, positioning and heading system, serta SL Hydrobeam, Oseanland menghadirkan workflow survei yang mencakup seluruh tahapan mulai dari instalasi, konfigurasi, patch test, akuisisi hingga processing data.
Lebih dari sekadar pengadaan equipment, pendekatan ini memberikan kesempatan bagi tim survei untuk membangun kapabilitas batimetri internal yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pekerjaan pertambangan lepas pantai.
Dengan tersedianya data seperti LAS dan GRID, hasil survei dapat digunakan untuk evaluasi kondisi dasar perairan maupun interpretasi objek bawah air. Ke depannya, kapabilitas tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan survei pertambangan, termasuk monitoring perubahan dasar perairan, evaluasi area pertambangan, serta pemetaan objek bawah air secara lebih mandiri.
RELATED SOLUTIONS
- Multibeam Echosounder Survey
- Kongsberg MBES
- Hydrographic Survey
- Offshore Mining Survey
