Pekerjaan survei hidrografi yang biasanya memakan waktu berhari-hari ternyata bisa diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Hal ini terungkap dalam studi kasus SatLab Geosolutions yang memperlihatkan penggunaan HydroBoat 1200 USV untuk pengukuran arus sungai di Indonesia. Dengan memanfaatkan kapal tanpa awak, proses pengambilan data yang sebelumnya bergantung pada perahu berawak dapat dilakukan secara lebih otomatis.
Bagi surveyor, efisiensi waktu tentu menjadi hal yang penting. Terlebih, pekerjaan di wilayah perairan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi arus, perubahan cuaca, akses lokasi, hingga keselamatan tim selama pengukuran berlangsung. Belum lagi jika area yang harus disurvei cukup luas, sehingga membutuhkan waktu dan persiapan yang tidak sedikit.
Penggunaan teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi tantangan tersebut. Lalu, bagaimana penerapan HydroBoat 1200 dalam proyek survei di Indonesia hingga mampu memangkas waktu pekerjaan secara signifikan?
Tantangan Survei Hidrografi dengan Metode Konvensional

Dalam survei hidrografi, pengukuran kedalaman dan pengukuran arus sungai umumnya dilakukan menggunakan perahu yang membawa surveyor serta instrumen pengukuran. Proses ini membutuhkan persiapan peralatan, perencanaan jalur survei, dan pemantauan kondisi perairan.
Namun, arus deras, perubahan cuaca, hingga area yang sulit dijangkau kerap menjadi tantangan dalam pengumpulan data. Untuk mengatasinya, teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) hadir sebagai alternatif yang memungkinkan pengukuran dilakukan tanpa menempatkan operator langsung di atas kapal.
Salah satunya adalah HydroBoat 1200 dari SatLab Geosolutions, kapal tanpa awak yang dirancang untuk mendukung berbagai pekerjaan hidrografi, mulai dari pengukuran arus, survei batimetri, hingga pemetaan perairan.
Melihat Cara Kerja HydroBoat 1200 dalam Pengukuran Arus Sungai di Indonesia

Melalui studi kasus berjudul Driving a New Era of Hydrographic Surveys in Indonesia with HydroBoat 1200 USV, SatLab Geosolutions memperlihatkan bagaimana HydroBoat 1200 digunakan bersama HydroFlow 1200 ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) untuk pengukuran arus sungai.
Dalam konfigurasi tersebut, HydroBoat 1200 berfungsi sebagai kapal tanpa awak yang membawa instrumen pengukuran, sedangkan HydroFlow 1200 ADCP digunakan untuk memperoleh data kecepatan arus pada berbagai kedalaman. Instrumen ADCP bekerja menggunakan gelombang akustik untuk mengukur pergerakan air, sehingga surveyor dapat mengetahui karakteristik aliran pada area yang sedang diamati.

Proses pengukuran diawali dengan persiapan perangkat dan pemasangan HydroFlow 1200 ADCP pada HydroBoat 1200. Setelah seluruh perangkat terhubung, operator dapat menentukan mode pengukuran serta jalur navigasi menggunakan sistem kontrol berbasis Android. Kapal kemudian bergerak mengikuti lintasan yang telah direncanakan sambil membawa instrumen pengukuran.
Selama survei berlangsung, posisi kapal dan proses pengumpulan data dapat dipantau secara real-time. Operator juga dapat mengendalikan navigasi jika diperlukan, sehingga pengukuran tetap berada dalam pengawasan meskipun tidak ada personel di atas kapal.
HydroBoat 1200 sendiri memiliki desain ringkas dengan panjang sekitar 1,2 meter serta dilengkapi moon pool berdiameter 240 mm untuk pemasangan berbagai jenis ADCP. Kemampuan integrasi tersebut memungkinkan konfigurasi instrumen disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran, tanpa harus bergantung pada satu jenis sensor saja.
Pekerjaan Berhari-hari Kini Bisa Diselesaikan dalam Hitungan Jam

Hasil pengukuran arus sungai menggunakan HydroBoat 1200 dalam studi kasus tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi yang cukup signifikan. SatLab melaporkan bahwa pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu beberapa hari dengan metode konvensional dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam menggunakan kombinasi HydroBoat 1200 dan HydroFlow 1200 ADCP.
Salah satu faktor yang mendukung efisiensi tersebut adalah sistem navigasi otomatis. Operator tidak perlu terus-menerus mengarahkan perahu secara manual karena lintasan pengukuran telah ditentukan sebelumnya. Selama kapal bergerak, instrumen ADCP dapat melakukan pengambilan data secara berkelanjutan.
Proses pengelolaan data juga didukung perangkat lunak SLHydroUSV dan SLHydroFlow. Keduanya membantu operator dalam pengoperasian perangkat, pemantauan hasil pengukuran, hingga pengolahan dan ekspor data untuk analisis lebih lanjut. Dalam studi kasus tersebut, hasil survei disajikan antara lain melalui grafik kontur kecepatan aliran serta laporan pengukuran.
Meski demikian, efisiensi waktu yang diperoleh tentu dapat berbeda pada setiap proyek. Luas wilayah survei, kondisi perairan, konfigurasi perangkat, hingga kebutuhan data tetap menjadi faktor yang menentukan lamanya pekerjaan. Namun, pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana otomatisasi dapat membantu mengurangi proses manual yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan survei hidrografi.
Efisiensi Bukan Satu-satunya Keunggulan
Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan HydroBoat 1200 juga membantu mengurangi kebutuhan personel untuk berada langsung di atas perairan. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama ketika survei dilakukan di sungai dengan arus cukup kuat atau lokasi yang memiliki akses terbatas.
Pada metode konvensional, surveyor harus berada di atas perahu selama proses pengukuran berlangsung. Sementara itu, penggunaan USV memungkinkan sebagian aktivitas tersebut dilakukan dari darat. Operator tetap bertanggung jawab atas perencanaan, pengawasan navigasi, dan kualitas data, tetapi paparan langsung terhadap risiko di perairan dapat dikurangi.
Untuk mendukung pengoperasiannya, HydroBoat 1200 dilengkapi sejumlah fitur navigasi dan pengukuran, seperti GNSS, single-beam echo sounder, IMU, kamera 360 derajat, serta radar. Perangkat ini juga dapat diintegrasikan dengan instrumen lain, termasuk side-scan sonar, dual-frequency echo sounder, dan sensor kualitas air.
Dengan konfigurasi yang sesuai, HydroBoat 1200 dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengukuran kecepatan arus, survei batimetri, pemetaan bawah air, hingga pemantauan kondisi perairan. Fleksibilitas ini menjadi salah satu pertimbangan bagi surveyor yang membutuhkan perangkat untuk berbagai jenis pekerjaan hidrografi.
HydroBoat 1200 dan Hydroflow ADCP Tersedia di Oseanland Indonesia
Penggunaan HydroBoat 1200 dalam studi kasus SatLab menjadi salah satu gambaran perkembangan teknologi survei hidrografi di Indonesia. Jika sebelumnya pengambilan data di perairan sangat bergantung pada perahu berawak, kini tersedia alternatif yang memungkinkan sebagian pekerjaan dilakukan secara otomatis dengan pengawasan dari darat.
Meski begitu, teknologi USV bukan berarti sepenuhnya menggantikan metode survei konvensional. Pemilihan metode dan perangkat tetap harus mempertimbangkan kondisi lokasi, jenis pengukuran, serta kebutuhan data yang ingin diperoleh. Karena itu, menentukan konfigurasi peralatan yang tepat menjadi bagian penting dalam perencanaan survei.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Oseanland Indonesia menyediakan SatLab HydroBoat 1200 dan HydroFlow 1200 ADCP sebagai solusi untuk survei hidrografi dan pengukuran arus perairan. Selain kedua perangkat tersebut, Oseanland juga menghadirkan berbagai solusi marine dari SatLab Geosolutions, mulai dari USV, echo sounder, ADCP, hingga instrumen lainnya untuk mendukung kebutuhan survei dan pemetaan perairan.
Bagi kamu yang sedang merencanakan survei hidrografi, informasi lebih lanjut mengenai fitur dan spesifikasi perangkat dapat dilihat melalui website Oseanland Indonesia. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan tim Oseanland untuk menentukan perangkat dan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

