Office Address

Ruko Sentra Menteng Bintaro
Sektor VII Blok MN No. 10, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15220

Phone Number

+6285121215890
+6285121215890

Email Address

info@oseanland.co.id
support@oseanland.co.id

akurasi LiDAR, LiDAR untuk pemetaan, faktor akurasi LiDAR, teknologi LiDAR, pemetaan LiDAR

 

LiDAR sering dipilih untuk pekerjaan pemetaan karena mampu menghasilkan data yang detail dalam waktu relatif cepat. Tapi bicara soal hasil pemetaan, detail saja tentu belum cukup. Datanya juga harus akurat.

Nah, tingkat akurasi LiDAR sendiri ternyata tidak hanya bergantung pada sensor yang digunakan. Ada banyak hal lain yang ikut mempengaruhi, mulai dari posisi sensor, kondisi medan, ketinggian terbang, sampai bagaimana data tersebut diproses setelah survei selesai.

Jadi, seberapa akurat LiDAR untuk pemetaan?

Buat yang masih ingin memahami dasar teknologinya, kamu juga bisa membaca artikel Apa Itu LiDAR dan Bagaimana LiDAR Bekerja? untuk mengenal prinsip kerja serta penggunaannya dalam pemetaan.

Seberapa Akurat LiDAR?

Tidak ada satu angka yang bisa digunakan untuk semua pekerjaan LiDAR.

Dalam kondisi tertentu, LiDAR dapat menghasilkan ketelitian hingga hitungan sentimeter. Namun hasil tersebut bisa berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya.

Misalnya, pemetaan di area terbuka tentu punya tantangan yang berbeda dengan pemetaan di kawasan hutan lebat atau medan berbukit. Begitu juga dengan proyek yang membutuhkan data untuk perencanaan infrastruktur, kebutuhan akurasinya bisa berbeda dengan pemetaan area yang sangat luas.

Karena itu, sebelum bicara soal angka akurasi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

1. Sensor LiDAR yang Digunakan

Setiap sensor LiDAR punya kemampuan yang berbeda.

Ada yang dirancang untuk pemetaan udara, ada yang lebih cocok untuk mobile mapping, dan ada pula yang digunakan untuk area dengan kondisi tertentu.

Spesifikasi seperti jangkauan sensor, kecepatan pemindaian, hingga jumlah pantulan yang bisa direkam akan mempengaruhi data yang dihasilkan.

Tapi sensor dengan spesifikasi tinggi juga tidak otomatis membuat hasil pemetaan menjadi akurat kalau proses surveinya tidak direncanakan dengan baik.

 

emesent-hovermap-copy
Emesent Hovermap
dji-zenmuse-l3
DJI Zenmuse L3
sg130
SG130

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa perangkat yang bisa digunakan untuk kebutuhan pemetaan antara lain DJI Zenmuse L3 untuk pemetaan udara, Emesent Hovermap untuk pemindaian berbasis SLAM, serta SOUTH SG130 yang mendukung pemetaan dengan berbagai platform.

Meski begitu, sensor dengan spesifikasi tinggi tidak otomatis membuat hasil pemetaan menjadi akurat kalau proses surveinya tidak direncanakan dengan baik.

Selain pemilihan sensor, metode pengambilan data juga perlu diperhatikan. Untuk memahami perbedaan pendekatan pemetaan, baca artikel LiDAR vs Photogrammetry: Panduan Memilih Teknologi Pemetaan 3D.

2. GNSS dan IMU

gnss-imu-oseanland

Saat LiDAR digunakan pada drone, posisi sensor terus berubah selama penerbangan. Karena itu, sistem GNSS dan IMU punya peran penting.

GNSS membantu menentukan posisi sensor, sedangkan IMU merekam arah dan pergerakannya selama proses pengambilan data. Kalau posisi atau orientasinya tidak tercatat dengan baik, posisi titik pada point cloud juga bisa ikut bergeser.

3. Ketinggian dan Kecepatan Terbang

Drone yang terbang lebih tinggi memang bisa mencakup area yang lebih luas. Tapi bukan berarti semakin tinggi selalu semakin baik.

Ketinggian terbang perlu disesuaikan dengan sensor, kondisi lapangan, dan tingkat detail yang ingin diperoleh.

Hal yang sama berlaku untuk kecepatan terbang. Kalau terlalu cepat, jumlah titik yang terekam pada suatu area juga bisa berubah.

Itulah kenapa flight planning menjadi salah satu bagian penting sebelum survei dilakukan.

4. Kondisi Area yang Dipetakan

Area terbuka relatif lebih sederhana dibandingkan kawasan yang dipenuhi vegetasi, bangunan, atau memiliki kontur ekstrem.

Pada kawasan dengan vegetasi lebat, misalnya, sebagian sinyal LiDAR bisa masuk melalui celah di antara daun dan ranting hingga mencapai permukaan tanah.

Namun, tidak semua sinyal akan berhasil mencapai tanah, terutama jika tutupan vegetasinya sangat rapat.

Data yang terkumpul kemudian dipisahkan antara titik tanah, vegetasi, bangunan, atau objek lainnya.

Proses inilah yang nantinya membantu menghasilkan model permukaan yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Tantangan pemetaan juga berbeda ketika survei dilakukan di kawasan hutan yang memiliki keterbatasan sinyal satelit.

Untuk mengetahui bagaimana teknologi pemindaian tetap bisa digunakan dalam kondisi tersebut, baca juga artikel SLAM LiDAR untuk Pemetaan Hutan: Akurat Tanpa Sinyal GNSS.

5. Proses Pengolahan Data

Setelah penerbangan selesai, pekerjaan belum berhenti.

Data LiDAR yang masih berupa point cloud perlu melewati beberapa tahap pengolahan. Mulai dari membersihkan noise, mengklasifikasikan titik, sampai memastikan data sudah berada pada posisi yang sesuai.

Hasilnya kemudian bisa digunakan untuk membuat berbagai produk pemetaan, seperti model elevasi, kontur, maupun model tiga dimensi.

Akurasi data juga biasanya diperiksa menggunakan titik kontrol atau titik pembanding yang diukur langsung di lapangan.

Salah satu nilai yang sering digunakan untuk melihat tingkat kesalahannya adalah RMSE atau Root Mean Square Error.

Contoh Akurasi LiDAR pada Proyek Oseanland 

akurasi-lidar-pada-proyek-oseanland
Sumber: https://oseanlandservices.co.id/articles/case-study-pemetaan-topografi-high-precision-lidar-foto-udara-digital-seluas-5-500-hektar-di-medan-ekstrim-kalimantan-tengah

Akurasi LiDAR bisa lebih mudah dipahami ketika melihat hasil pengujian pada proyek nyata.

Dalam proyek pemetaan topografi seluas sekitar 5.500 hektare di Kalimantan Tengah, PT Oseanland Services Indonesia menggunakan LiDAR dan foto udara digital pada area dengan medan bergelombang serta tutupan kanopi yang rapat.

Hasil data kemudian diuji menggunakan 12 Independent Checkpoint atau ICP. Dari pengujian tersebut diperoleh RMSE elevasi sebesar 0,046 meter atau sekitar 4,6 sentimeter. Hasil ini menunjukkan bahwa akurasi tidak hanya bergantung pada sensornya, tetapi juga pada proses akuisisi, kontrol geodesi, pengolahan, hingga validasi data.

Untuk melihat metode survei, peralatan, hingga hasil pengujiannya secara lebih lengkap, baca studi kasus pemetaan LiDAR 5.500 hektare di Kalimantan Tengah oleh Oseanland Services Indonesia.

Memilih Alat LiDAR Sesuai Kebutuhan

Karena kondisi setiap proyek berbeda, alat yang digunakan juga tidak selalu sama.

Untuk kebutuhan pemetaan, Oseanland Indonesia menyediakan beberapa pilihan perangkat LiDAR yang dapat digunakan sesuai kebutuhan proyek, mulai dari pemetaan udara hingga kebutuhan mobile mapping.

Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan luas area, kondisi medan, platform yang digunakan, serta tingkat akurasi yang ingin dicapai.

Jadi kalau ditanya seberapa akurat LiDAR untuk pemetaan, jawabannya tidak cukup hanya dengan satu angka.

Sensor memang penting, tapi masih ada banyak faktor lain yang ikut menentukan hasil akhirnya. Mulai dari perencanaan penerbangan, GNSS dan IMU, kondisi medan, proses pengolahan, sampai bagaimana data tersebut diuji kembali di lapangan.

Semakin jelas kebutuhan proyek sejak awal, semakin mudah juga menentukan metode dan perangkat LiDAR yang tepat untuk digunakan.

Butuh Perangkat LiDAR yang Sesuai untuk Proyek Anda?

Setiap proyek pemetaan punya tantangan dan target akurasi yang berbeda. Karena itu, memilih perangkat LiDAR tidak cukup hanya dengan membandingkan spesifikasinya.

Oseanland Indonesia Group menyediakan berbagai pilihan teknologi LiDAR dan peralatan survei untuk mendukung kebutuhan pemetaan dan pengumpulan data geospasial.

Masih bingung memilih sensor LiDAR yang sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan proyek Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Oseanland Indonesia Group untuk menemukan perangkat dan solusi pemetaan yang tepat.

Hubungi Tim Oseanland Indonesia Group →

Written by

Editorial Staff

Transform your geospatial capabilities with our cutting-edge solutions in Indonesia. Land, marine, and aerial surveys made advanced and customizable. Reach out to us for tailored geospatial solutions