Pemetaan kawasan hutan memiliki tantangan tersendiri. Pepohonan rapat, kontur tanah tidak rata, keterbatasan internet, serta kanopi yang menghalangi sinyal GNSS dapat menyulitkan proses pengumpulan data spasial.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menghadapi kondisi tersebut adalah SLAM LiDAR. Teknologi ini memungkinkan surveyor melakukan pemetaan tiga dimensi secara cepat dan detail, bahkan ketika penerimaan sinyal GNSS tidak tersedia secara terus-menerus.
Bagaimana SLAM LiDAR Bekerja?
SLAM atau Simultaneous Localization and Mapping memungkinkan perangkat menentukan posisinya sekaligus membangun peta lingkungan di sekitarnya.
Ketika dikombinasikan dengan LiDAR (Light Detection and Ranging), perangkat memancarkan laser ke objek di sekitar dan merekam pantulannya. Hasil pemindaian membentuk jutaan titik yang disebut point cloud.
Dalam pekerjaan LiDAR untuk kehutanan, point cloud dapat menggambarkan batang pohon, permukaan tanah, kemiringan medan, dan berbagai struktur lingkungan lainnya dalam bentuk tiga dimensi.
Studi Pemetaan Hutan dengan Stonex X120GO
Dalam studi kasus di Austria, kami menggunakan Stonex X120GO SLAM Laser Scanner untuk memetakan dua kawasan hutan.
Area pertama memiliki luas sekitar 5 hektare dengan koneksi RTK menggunakan jaringan internet atau GSM. Sementara area kedua seluas sekitar 2 hektare memiliki keterbatasan konektivitas internet.
Untuk mengatasinya, digunakan kombinasi Stonex X120GO, radio SR02, dan receiver GNSS Stonex S900+ sebagai base station. Koreksi posisi dikirim melalui radio sehingga proses georeferencing tetap dapat dilakukan meskipun jaringan internet tidak tersedia.
Menariknya, pengambilan data pada kedua kawasan tersebut dapat diselesaikan dalam satu waktu.
Dari Point Cloud Menjadi Data Hutan

Setelah proses scanning, data dari X120GO diproses menggunakan GOpost. Hasil pemindaian kemudian digabungkan berdasarkan area yang saling bertumpang tindih serta informasi alignment GNSS.
Point cloud selanjutnya dibersihkan dan dioptimalkan menggunakan software Cube-3d sebelum digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Hasilnya bukan sekadar visualisasi 3D. Data SLAM LiDAR dapat digunakan untuk menghasilkan:
- point cloud 3D beresolusi tinggi;
- model tiga dimensi pohon;
- Digital Terrain Model (DTM);
- garis kontur;
- analisis slope dan profil medan;
- parameter individual pohon;
- hingga data pendukung inventarisasi hutan.
Manfaat LiDAR untuk Kehutanan

Penggunaan LiDAR untuk kehutanan dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari inventarisasi dan monitoring kondisi hutan hingga perencanaan penebangan, pembangunan jalan akses, dan analisis lingkungan.
DTM dan model medan yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk mempelajari topografi, aliran air, drainase, serta kondisi kawasan secara lebih detail.
Keunggulan SLAM semakin terasa pada area yang sulit menerima sinyal GNSS seperti hutan lebat, terowongan, gedung, maupun kawasan industri tertutup. Dengan kombinasi GNSS dan titik kontrol yang tepat, hasil pemindaian tetap dapat ditempatkan pada sistem koordinat yang dibutuhkan.
Teknologi Stonex X120GO menunjukkan bagaimana SLAM LiDAR, 3D laser scanning, dan 3D mapping dapat membantu proses survei menjadi lebih praktis, cepat, dan berbasis data.
Bagi perusahaan maupun instansi yang membutuhkan solusi SLAM LiDAR dan teknologi pemetaan 3D, Oseanland Indonesia menyediakan Stonex X120GO untuk berbagai kebutuhan survei dan pemetaan. Konsultasikan kebutuhan proyek untuk menentukan konfigurasi perangkat yang sesuai dengan kondisi lapangan.
