Membuat model tiga dimensi bangunan membutuhkan data yang detail, terutama jika objek memiliki bentuk kompleks, terdiri dari area interior dan eksterior, atau merupakan bangunan bersejarah.
Kini, proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui Visual Simultaneous Localization and Mapping atau vSLAM. Teknologi ini digunakan pada Stonex XVS, sebuah videogrammetric scanner yang memungkinkan pengguna melakukan pemindaian 3D bangunan sambil bergerak mengelilingi objek.
Bagaimana Teknologi vSLAM Bekerja?
SLAM atau Simultaneous Localization and Mapping memungkinkan perangkat menentukan posisinya sekaligus membangun peta lingkungan di sekitarnya.
Pada Visual SLAM, informasi posisi diperoleh menggunakan kamera. Stonex XVS mengombinasikan teknologi tersebut dengan sistem fotogrametri, sehingga operator dapat berjalan mengelilingi objek sambil perangkat terus merekam data.
Lintasan pemindaian dapat dipantau secara real-time menggunakan tablet. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui apakah seluruh area telah terekam atau masih membutuhkan pengambilan data tambahan.
Stonex XVS menggunakan dua kamera dengan fungsi berbeda. Satu kamera mendukung sistem vSLAM untuk menentukan posisi dan lintasan perangkat, sedangkan kamera lainnya menghasilkan citra beresolusi tinggi untuk membangun model 3D.
Sistem juga dilengkapi Inertial Measurement Unit atau IMU yang membantu orientasi dan leveling perangkat.
Global Shutter dan Seleksi Gambar Otomatis
Stonex XVS menggunakan kamera fotogrametri dengan teknologi global shutter. Teknologi ini merekam seluruh frame dalam waktu bersamaan sehingga dapat mengurangi distorsi akibat pergerakan saat pemindaian.
Selain itu, sistem secara otomatis memilih gambar yang paling sesuai untuk pemrosesan.
Algoritma mempertimbangkan jarak terhadap objek, kecepatan operator, kualitas gambar, cakupan, serta hubungan antarframe. Dengan demikian, tidak semua gambar harus diproses dan beban pengolahan data dapat dibuat lebih efisien.
Studi Kasus Bangunan Bersejarah di Spanyol

Kemampuan Stonex XVS diuji pada Basilika Santa Lucía del Trampal di Alcúescar, Spanyol.
Sebelum pemindaian, 10 titik di luar bangunan diukur menggunakan GNSS-GPS sebagai referensi posisi.
Proses scanning bagian eksterior hanya membutuhkan sekitar 5 menit, sedangkan pemindaian interior berlangsung sekitar 9 menit.
Data kemudian diproses menjadi model tiga dimensi dan dibandingkan dengan hasil terrestrial laser scanner berakurasi tinggi yang ditempatkan pada 16 posisi.
Hasilnya menunjukkan deviasi rata-rata sekitar 4 mm pada eksterior dan sekitar 10 mm pada interior.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode videogrammetry dapat menjadi alternatif untuk pekerjaan yang membutuhkan kecepatan akuisisi, mobilitas, kualitas tekstur, dan ketelitian model.
Aplikasi 3D Scanner vSLAM
Teknologi 3D scanner vSLAM tidak hanya digunakan untuk dokumentasi bangunan bersejarah.
Dalam sektor konstruksi dan arsitektur, teknologi ini dapat digunakan untuk:
- dokumentasi kondisi eksisting;
- as-built documentation;
- renovasi bangunan;
- pengukuran elemen bangunan;
- digitalisasi aset;
- dokumentasi heritage;
- hingga pemetaan dan perencanaan kota.
Keunggulan lainnya adalah pengguna dapat memantau proses akuisisi secara langsung ketika masih berada di lapangan. Risiko adanya bagian yang tidak terekam dapat dikurangi sehingga kebutuhan untuk kembali ke lokasi juga dapat diminimalkan.
Dengan menggabungkan Visual SLAM, fotogrametri, global shutter, IMU, dan pemrosesan citra otomatis, Stonex XVS menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel untuk 3D scanning.
Bagi perusahaan atau instansi yang membutuhkan solusi pemindaian 3D bangunan dan Stonex XVS, Oseanland Indonesia menyediakan solusi 3D scanning untuk berbagai kebutuhan konstruksi, arsitektur, heritage, dan dokumentasi aset.
