Office Address

Ruko Sentra Menteng Bintaro
Sektor VII Blok MN No. 10, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15220

Phone Number

+6285121215890
+6285121215890

Email Address

info@oseanland.co.id
support@oseanland.co.id

Monitoring Luasan Eceng Gondok Menggunakan VTOL LiDAR untuk Mendukung Pengelolaan Waduk Saguling

Solusi pemetaan akurat PT Oseanland Survei Indonesia untuk monitoring luasan eceng gondok di Waduk Saguling menggunakan teknologi VTOL LiDAR secara berkala.

PROJECT OVERVIEW

Latar Belakang

Waduk Saguling merupakan salah satu infrastruktur strategis dalam pengelolaan sumber daya air di Jawa Barat yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan pembangkit listrik, pengendalian banjir, serta penyediaan air baku. Namun, pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tidak terkendali menjadi tantangan tersendiri karena dapat menghambat aliran air, mengurangi kapasitas tampung waduk, mengganggu aktivitas operasional, serta menurunkan kualitas ekosistem perairan.

Sebagai pengelola waduk, pihak pengguna memiliki tanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap pekerjaan pengerukan eceng gondok yang dilaksanakan oleh kontraktor. Untuk memastikan progres pekerjaan dapat dievaluasi secara objektif, dibutuhkan data spasial yang akurat mengenai luas tutupan eceng gondok setiap bulan.

PT Oseanland Survei Indonesia menghadirkan solusi pemetaan udara berbasis VTOL LiDAR yang mampu menghasilkan informasi geospasial secara cepat dan akurat sebagai dasar evaluasi luasan eceng gondok, sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan waduk.

Objectives

Tujuan utama proyek ini meliputi:

  • Menghasilkan informasi luasan tutupan eceng gondok secara akurat.
  • Mendukung monitoring rutin kondisi waduk setiap bulan.
  • Menyediakan data objektif sebagai dasar evaluasi pekerjaan pengerukan oleh kontraktor.
  • Mempercepat proses akuisisi data dibanding metode survei konvensional.
  • Menyediakan informasi geospasial yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengelolaan waduk.

Project Scope

Lingkup pekerjaan meliputi:

  • Perencanaan misi penerbangan.
  • Perizinan penerbangan pada area terbatas.
  • Akuisisi data menggunakan VTOL LiDAR.
  • Pengolahan data point cloud dan model permukaan.
  • Delineasi area tutupan eceng gondok.
  • Perhitungan luas area dan perimeter hasil digitasi.
  • Penyusunan peta monitoring sebagai dasar evaluasi bulanan.

SITE CONDITIONS

Lokasi survei berada pada kawasan Waduk Saguling dengan karakteristik medan berbukit pada elevasi sekitar 700–780 mdpl. Area survei berada pada aliran sungai menuju waduk dengan kontur yang bervariasi sehingga memerlukan strategi penerbangan yang matang.

Kondisi lapangan juga memiliki tantangan berupa kecepatan angin berkisar 6–8 m/s, yang cukup memengaruhi performa wahana VTOL. Selain itu, proses take-off dan landing harus dilakukan pada area terbuka dengan kebutuhan ruang minimum sekitar 5 × 5 meter agar operasi dapat berlangsung dengan aman.

PROJECT CHALLENGES

Pelaksanaan survei menghadapi beberapa tantangan teknis yang memerlukan pendekatan khusus, antara lain:

1. Kondisi angin yang cukup kencang

Kecepatan angin mencapai sekitar 6–8 m/s sehingga berpengaruh terhadap konsumsi daya baterai dan stabilitas penerbangan.

2. Medan berbukit dengan elevasi yang berubah-ubah

Sensor LiDAR memberikan performa paling optimal ketika terbang pada ketinggian tertentu terhadap permukaan tanah. Sementara itu, platform VTOL yang digunakan belum memiliki kemampuan terrain following, sehingga perubahan elevasi menjadi tantangan tersendiri.

3. Area dengan pembatasan ruang udara

Sebagian area survei berada pada kawasan yang memerlukan izin khusus untuk pelaksanaan penerbangan UAV sehingga koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian penting sebelum survei dilaksanakan.

OSEANLAND SOLUTION

Alih-alih hanya mengandalkan kemampuan perangkat, PT Oseanland Survei Indonesia menerapkan engineering approach yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Untuk menghadapi kondisi angin yang cukup tinggi, tim melakukan penyesuaian terhadap durasi penerbangan. Meskipun platform VTOL memiliki kemampuan terbang hingga sekitar dua jam, durasi operasional dibatasi menjadi sekitar 1,5 jam guna menjaga cadangan daya baterai dan memastikan proses landing tetap aman.

Pada area berbukit, tim melakukan analisis topografi sebelum survei dimulai untuk menentukan lokasi take-off pada titik dengan elevasi tertinggi, kemudian membagi Area of Interest (AOI) menjadi beberapa misi penerbangan agar ketinggian relatif sensor terhadap permukaan tetap berada pada rentang optimal.

Sementara itu, untuk memenuhi aspek regulasi penerbangan, seluruh kegiatan diawali dengan proses pengurusan NOTAM (Notice to Airmen) sehingga pelaksanaan survei dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan survei tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan tim engineering dalam merancang metode pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

EQUIPMENT USED

EquipmentFunction
VTOL LiDARAkuisisi data spasial dan pemetaan 3D menggunakan teknologi laser scanning.
GNSS Stonex S980ABase station PPK untuk menghasilkan posisi berpresisi tinggi selama proses pemetaan.
Software Point Cloud ProcessingPengolahan data LiDAR menjadi model permukaan.
Software GISDelineasi area eceng gondok serta perhitungan luas dan perimeter.

Screenshot_6

 

DEPLOYMENT METHODOLOGY

1. Flight Authorization

Pengurusan perizinan penerbangan (NOTAM) dan koordinasi dengan instansi terkait.

2. Mission Planning

Analisis topografi, pemilihan lokasi take-off, pembagian Area of Interest, serta penyusunan jalur terbang.

3. Data Acquisition

Pelaksanaan penerbangan VTOL dan pengambilan data LiDAR menggunakan metode PPK.

4. Data Processing

Pengolahan point cloud, penyusunan model permukaan, dan interpretasi data spasial menggunakan perangkat lunak pemetaan.

5. Spatial Analysis

Digitasi area tutupan eceng gondok, perhitungan luas, perimeter, dan penyusunan laporan monitoring.

MONITORING WORKFLOW

VTOL LiDAR → GNSS PPK → Point Cloud Processing → Surface Model → Digitasi Tutupan Eceng Gondok → Perhitungan Luas & Perimeter → Laporan Monitoring Bulanan

RESULTS

Pelaksanaan survei berhasil mencakup area pemetaan sekitar 400 hektare dengan waktu akuisisi sekitar 2,5 jam yang terbagi dalam 2 flight mission.

Hasil interpretasi data menunjukkan estimasi luas tutupan eceng gondok sebesar ±150,816 hektare, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar evaluasi kondisi waduk dan monitoring pekerjaan pengerukan.

Output utama yang dihasilkan meliputi:

  • Luasan area eceng gondok (enclosed area).
  • Panjang perimeter hasil digitasi.
  • Data spasial sebagai dasar monitoring bulanan.
  • Informasi geospasial yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

Screenshot_7Screenshot_8

PROJECT BENEFITS

Implementasi solusi ini memberikan berbagai manfaat bagi pengelola waduk, antara lain:

  • Akuisisi data jauh lebih cepat dibandingkan metode survei konvensional.
  • Monitoring bulanan dapat dilakukan secara konsisten dengan metode yang sama.
  • Evaluasi pekerjaan pengerukan menjadi lebih objektif karena didukung data spasial yang terukur.
  • Mengurangi kebutuhan survei manual pada area yang sulit dijangkau.
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data geospasial.
  • Memudahkan perbandingan perubahan luasan eceng gondok dari bulan ke bulan.

CONCLUSION

Monitoring tutupan eceng gondok secara berkala merupakan langkah penting dalam menjaga fungsi operasional waduk sekaligus memastikan efektivitas pekerjaan pengendalian vegetasi air. Melalui kombinasi teknologi VTOL LiDAR, GNSS berpresisi tinggi, dan pendekatan engineering yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, PT Oseanland Survei Indonesia mampu menghadirkan solusi pemetaan yang cepat, akurat, dan aman.

Lebih dari sekadar menghasilkan peta, solusi ini memberikan informasi kuantitatif mengenai luas dan batas sebaran eceng gondok yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi pekerjaan kontraktor, perencanaan pengendalian vegetasi, serta monitoring perubahan kondisi waduk secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pengelola waduk memperoleh data yang konsisten setiap bulan sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif, efisien, dan berbasis data.