Saat bencana terjadi, salah satu hal yang paling dibutuhkan adalah informasi mengenai kondisi wilayah terdampak.
Masalahnya, mendapatkan data langsung dari lapangan tidak selalu mudah.
Akses jalan bisa terputus, cuaca masih buruk, atau area yang perlu diamati terlalu luas untuk diperiksa dalam waktu singkat.
Di kondisi seperti ini, citra satelit bisa membantu memberikan gambaran awal mengenai apa yang terjadi di suatu wilayah.
OrbView menyediakan beberapa jenis data Earth Observation, termasuk optical imagery dan Synthetic Aperture Radar atau SAR, yang dapat digunakan untuk kebutuhan monitoring bencana hingga melihat perubahan pada permukaan bumi.
1. Melihat Kondisi Sebelum dan Sesudah Bencana
Salah satu cara paling sederhana menggunakan citra satelit untuk monitoring bencana adalah dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kejadian.
Misalnya, citra sebelum banjir dibandingkan dengan kondisi setelah banjir terjadi.
Dari sana, pengguna bisa melihat bagian wilayah yang mengalami perubahan dan memperkirakan area mana yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Pendekatan seperti ini juga bisa digunakan pada berbagai kejadian lain selama tersedia data dari periode yang berbeda.
Saat kondisi cuaca cerah, optical satellite imagery cukup mudah digunakan karena tampilannya lebih menyerupai kondisi yang kita lihat secara visual.
Namun, ada satu kendala yang cukup sering muncul.
Awan.
2. Bagaimana Jika Wilayah Masih Tertutup Awan?
Bencana sering terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca yang tidak ideal.
Pada saat banjir misalnya, wilayah terdampak bisa masih tertutup awan tebal atau hujan.
Dalam kondisi tersebut, sensor optik tidak selalu bisa melihat permukaan dengan jelas.
Di sinilah Synthetic Aperture Radar atau SAR punya keunggulan.
Berbeda dengan sensor optik yang membutuhkan cahaya, SAR merupakan sistem aktif.
Sensor mengirimkan gelombang microwave ke permukaan bumi, lalu membaca kembali sinyal yang dipantulkan.
Karena itu, SAR bisa melakukan pengamatan baik siang maupun malam dan relatif tidak terlalu terpengaruh oleh awan maupun kondisi pencahayaan.
3. Bisa Digunakan untuk Monitoring Banjir
Salah satu penggunaan SAR yang cukup relevan adalah monitoring banjir.
Saat wilayah terdampak masih tertutup awan, data radar tetap dapat digunakan untuk membantu melihat perubahan kondisi permukaan.
Karena karakteristiknya, teknologi SAR secara umum memang digunakan untuk monitoring banjir, longsor, aktivitas geologi, hingga berbagai kebutuhan environmental monitoring.
Artinya, pengguna tidak harus menunggu kondisi cuaca benar-benar cerah untuk mulai memperoleh gambaran mengenai suatu area.
4. Tidak Hanya Melihat Bencana yang Sudah Terjadi
Menariknya, data SAR tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi setelah kejadian.
Beberapa sistem juga dapat digunakan untuk mengamati perubahan permukaan bumi dari waktu ke waktu.
OrbView misalnya, memiliki sumber data yang mendukung InSAR dan D-InSAR.
Salah satunya adalah PIESat-1.
Teknik interferometri radar ini digunakan untuk melihat perubahan atau pergerakan permukaan dengan membandingkan data dari periode yang berbeda.
5. Apa yang Bisa Dipantau?
Perubahan permukaan bumi terkadang tidak selalu terlihat secara langsung.
Ada pergerakan yang terjadi perlahan, tetapi tetap penting untuk diamati.
Melalui InSAR dan D-InSAR, data dapat digunakan untuk membantu monitoring seperti:
- penurunan muka tanah;
- deformasi permukaan;
- longsor;
- aktivitas geologi;
- perubahan kondisi infrastruktur;
- hingga perubahan permukaan dari waktu ke waktu.
Dengan pengamatan berkala, kondisi suatu wilayah dapat dibandingkan untuk melihat apakah terjadi perubahan yang perlu diperhatikan lebih lanjut.
6. Relevan untuk Area Infrastruktur
Monitoring deformasi juga bisa digunakan pada area yang memiliki infrastruktur penting.
Misalnya, kawasan industri, jalan, bendungan, area perkotaan, maupun lokasi lain yang membutuhkan pemantauan kondisi permukaan.
Data satelit tentu bukan satu-satunya sumber informasi.
Namun, citra SAR dapat membantu memberikan gambaran area yang luas sebelum hasilnya dikombinasikan dengan data lapangan, pengukuran geoteknik, maupun metode survei lainnya.
7. Kenapa Optical dan SAR Bisa Saling Melengkapi?
Tidak ada satu jenis data yang cocok untuk semua kondisi.
Optical imagery lebih mudah digunakan ketika pengguna ingin melihat kondisi wilayah secara visual.
SAR lebih berguna ketika awan menjadi kendala atau ketika dibutuhkan pengamatan perubahan permukaan.
Karena itu, penggunaan keduanya bisa saling melengkapi.
Optical imagery membantu melihat apa yang berubah secara visual, sementara SAR dan InSAR dapat memberikan informasi tambahan mengenai bagaimana permukaan mengalami perubahan atau pergerakan.
Pada akhirnya, citra satelit OrbView untuk monitoring bencana dan deformasi permukaan bukan hanya digunakan untuk melihat kondisi sebuah wilayah setelah kejadian.
Data tersebut juga dapat membantu monitoring banjir, longsor, penurunan muka tanah, hingga perubahan permukaan secara berkala.
Bagi perusahaan maupun instansi yang membutuhkan citra satelit untuk monitoring bencana, data SAR, InSAR, D-InSAR, maupun monitoring deformasi permukaan, Oseanland Indonesia dapat membantu menentukan jenis data dan periode akuisisi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
